Showing posts with label PHP. Show all posts
Showing posts with label PHP. Show all posts

Wednesday, 6 January 2016

Struktur kondisi dalam PHP

Bab ini membahas sejumlah perntaan yang terkait dengan pengambilan keputusan seperti tabel dibawah ini:
¬ Struktur Kondisi
* Struktur Kondisi If
* Struktur Kondisi If...Else
-Struktur Kondisi Khusus ? :
* Struktur Kondisi Switch...Case
¬ Struktur Perulangan
* Struktur Kondisi For
*Struktur Kondisi While
*Struktur Kondisi Do...While
*Struktur Kondisi Foreach
*Struktur Break dan Continue

Struktur kondisi if
if (kondisi) {
statement-jika-kondisi-true; }
Keterangan: Kondisi merupakan statemen atau variabel yang akan diperiksa TRUE atau FALSE.
Struktur kondisi If  Else
if (kondisi) {
statement-jika-kondisi-true;
} else {
statement-jika-kondisi-false; }
Keterangan: ̇ kondisi merupakan statemen atau variabel yang akan diperiksa TRUE atau FALSE-nya. Jika kondisinya TRUE maka statemen yang berada di blok if akan dieksekusi, sebaliknya jika kondisinya FALSE maka statemen yang berada di blok else yang akan dieksekusi.

Struktur kondisi khusus ?
(kondisi) ? benar : salah;
Keterangan: ̇ kondisi merupakan statemen atau variabel yang akan diperiksa TRUE atau FALSE-nya. Statement pada blok benar dan salah hanya boleh satu statemen saja

Struktur kondisi Switch Case
switch ($var) {
case '1' : statement-1; break; case '2' : statement-2; break; .... }
Keterangan:
̇- $var merupakan variabel yang akan diperiksa isi atau nilainya. Tipe data variabel ini tidak dibatasi. 
̇- Value pada case juga bisa berupa string, integer, boolean, bahkan bisa berupa conditional-statement. Boleh memakai kutip tunggal maupun kutip ganda. 

Contoh program menggunakan kondisi if
Tuliskan script berikut ini di teks editor anda dan simpan dengan nama if.php
<?php
$nilai = 80; if ($nilai >= 60) {
 echo "Nilai Anda $nilai, Anda LULUS";
}
?> 
Simpan di folder kerja anda lalu jalankan di browser dan lihat hasilnya
Contoh program menggunakan kondisi if else
Tuliskan script berikut ini di teks editor anda dan simpan dengan nama if_else.php
<?php $nilai = 50; if ($nilai >= 60) {
 echo "Nilai Anda $nilai, Anda LULUS";
} else {
 echo "Nilai Anda $nilai, Anda GAGAL";
}
?>   
Simpan di folder kerja anda lalu jalankan di browser dan lihat hasilnya

Penjelasan program: Pada program di atas, terdapat pemeriksaan kondisi apakah isi variabel $nilai lebih dari 60 (baris 3). Jika kondisi ini bernilai TRUE (variabel $nilai berisi nilai yang lebih besar dari 60) maka statement pada baris ke-4 akan dijalankan. Sebaliknya jika kondisinya FALSE, maka statement pada baris ke-6 yang akan dijalankan. Pada contoh program di atas, kondisi pada baris ke-3 bernilai FALSE karena isi variabel $nilai adalah 50. 

Contoh program menggunakan kondisi switch
Tuliskan script berikut ini di teks editor anda dan simpan dengan nama switch.php
<?php
$day = date ("D"); switch ($day) {
 case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;  case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;  case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;  case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;  case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;  case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;  case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;  default    : $hari = "Kiamat";
}
echo "Hari ini hari <b>$hari</b>"; ?>
Simpan di folder kerja anda lalu jalankan di browser dan lihat hasilnya

Penjelasan program: Pada program di atas, variabel $day (baris ke-2) akan berisi 3 (tiga) digit pertama dari nama hari dalam bahasa Inggris. Dengan fungsi date(), kita akan memperoleh informasi tanggal, hari dan waktu sekarang. Fungsi ini akan diperlajari lebih lanjut pada Bab mendatang. Selanjutnya isi variabel $day akan diperiksa dengan switch (baris ke-3), jika isinya adalah ‘Sun’ maka $hari adalah “Minggu” dan seterusnya. 


Sumber : www.dreamsfiles.com

Struktur dasar PHP

Struktur dasar PHP Harus ditulis di antara tag :
<? dan ?> 
̇<?php dan ?> 
̇<script language=”php”> dan </script> 
̇<% dan %> 

Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;)
CASE SENSITIVE untuk nama identifier yang dibuat oleh user (berupa variable, konstanta, fungsi dll), namun TIDAK CASE SENSITIVE untuk identifier built-in dari PHP. Jadi : ̇ $nama ≠ $Nama ≠ $NAMA
̇hitungLuas() ≠ HitungLuas()
̇echo = ECHO ̇  while = WHILE

Mari belajar PHP
1. Ketikkan perintah di bawah ini di editor :

Nama File  : halo.php


<?php 
echo "Hello, mari belajar PHP "; 
?> 

2. Simpan dengan nama “halo.php” di document-root komputer Anda.
3. Buka browser dan ketikkan alamat http://localhost/halo.php
4. Lihat hasilnya di browser.

Variabel 

  • ̇Digunakan untuk menyimpan sebuah value, data atau informasi 
  • ̇Nama variabel diawali dengan tanda $  
  • ̇Panjang tidak terbatas 
  • ̇Setelah tanda $ diawali oleh huruf atau under-scrore (_). Karakter berikutnya bisa terdiri dari huruf, angka, dan karakter tertentu yang diperbolehkan (karakter ASCII dari 127 – 255).  
  • ̇Bersifat case-sensitive. 
  • ̇Tidak perlu dideklarasikan. 

̇Tidak boleh mengandung spasi. ̇Contoh :
Benar                     Salah 
$_name                   $3name             
$first_name            $name?   
$name3                  $first+name
$name_3          $first.name
                               $first name

Contoh program variabel:
Tuliskan script ini di teks editor dan simpan dengan nama variabel.php
<?php 
$nim = "012121212"; 
$nama = 'Dreams Files'; 

echo "NIM  : " . $nim . "<br>"; 
echo "Nama : $nama"; 
?> 

Jalankan di browser dan lihat hasilnya

Tipe Data
Pada PHP, tipe data variabel tidak didefinisikan oleh programmer, akan tetapi secara otomatis ditentukan oleh intepreter PHP. Namun demikian, PHP mendukung 8 (delapan) buah tipe data primitif, yaitu :
1. boolean
2. integer
3. float
4. string
5. array
6. object
7. resource
8. NULL

Contoh program tipe data:
Tuliskan script ini di teks editor dan simpan dengan nama tipeData.php

<?php 
$nim = "012121212"; 
$nama = 'Dreams Files'; 
$umur = 23; 
$nilai = 82.25; 
$status = TRUE; 

echo "NIM  : " . $nim . "<br>"; echo "Nama : $nama<br>"; 
print "Umur : " . $umur; print "<br>"; printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai); if ($status) 
echo "Status : Aktif"; else 
echo "Status : Tidak Aktif"; 
?> 

Jalankan di browser dan lihat hasilnya.

Konstata
Konstanta merupakan variabel konstan yang nilainya tidak berubah-ubah. Untuk mendefinisikan konstanta dalam PHP, menggunakan fungsi define() 

Contoh program konstata dalam PHP:
Tuliskan script ini dalam teks editor dan simpan dengan nama konstata.php

<? 
define ("NAMA", "Dreams Files"); define ("NILAI", 90); 
//NAMA = "salah"; //akan menyebabkan error 
echo "Nama : " . NAMA; echo "<br>Nilai : " . NILAI; 
?> 

Jalankan di browser dan lihat hasilnya

Operator dalam PHP
Operator biasanya digunakan dalam aritmetika atau operasi matematika
OperatorKegunaanPrioritas
+PenjumlahanKetiga
-PenguranganKetiga
*PerkalianKedua
/PembagianKedua
%Sisa PembagianKedua
++PenaikanPertama
--PenurunanPertama

Contoh program dalam operator PHP
Tuliskan script berikut dalam teks editor dan simpan dengan nama operator.php
<? 
$gaji = 1000000; 
$pajak = 0.1; 
$thp = $gaji - ($gaji*$pajak); 
echo "Gaji sebelum pajak = Rp. $gaji <br>"; echo "Gaji yang dibawa pulang = Rp. $thp"; 
?> 
Jalankan di browser dan lihat hasilnya.

Komentar dalam program PHP
Dalam PHP, komentar program bisa menggunakan:
/* dan */
//
#
Contoh komentar dalam PHP
<? 
/* Ini komentar dengan baris panjan dan tidak akan tercetak di layar    yang ini juga komentar 
*/ 
// Nah kalo ini komentar satu baris 
# Terus kalo ini juga komentar satu baris
 ?> 

Belajar Pemrograman PHP MySQL selanjutnya tentang Struktur kondisi dalam PHP


Sumber : www.dreamsfiles.com

Older Posts Home